Seminar Dan KKR Menjadi Agen Perubahan

Kali ini kembali Departemen Kaum Muda Kalteng 1 mengadakan gebrakan dengan mengadakan Seminar Dan KKR yang diberi tema: “Menjadi Agen Perubahan”. Acara sehari yang diadakan di GSJA Kristus Gembala Sampit sebenarnya hanya ditujukan untuk para pengurus Kaum Muda saja dengan target kehadiran sekitar 60 peserta, namun kenyataannya kehendak Tuhan lain karena antusias dari Kaum Muda yang demikian besar dan tak terbendung sehingga yang hadir lebih dari 90 peserta. Sungguh luar biasa, Pdt. Freddy berkata kepada salah satu pengurus Departemen Kaum Muda agar lebih dipersiapkan sehingga mencapai lebih dari 250 pseserta dan dikembangkan bukan cuma 1 hari tapi bisa sampai 2 hari sehingga menjadi lebih maksimal dalam pembinaan Kaum Muda yang merupakan tulang punggung gereja di kemudian hari.

IMG_6321

IMG_6328

Acara ini dimulai pada pukul 08.00 wib oleh Pembina Kaum Muda Daeerah Kalteng 1 yaitu Pdt. Yusuf Karisoh yang dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ketua Departemen Kaum Muda Kalteng 1: Pdt. Pendi. Dalam acara yang dihadiri oleh Kaum Muda dari berbagai GSJA Lokal mulai Tapin Bini hingga Kapuas ini dibagi dalam beberapa sesi Seminar, pemaparan Visi/Misi dan diakhiri dengan KKR pada malam harinya.

IMG_6357Seminar Sesi pertama dibawakan oleh Pdt. Charles Lattu yang merupakan salah satu pengurus Departemen Kaum Muda Kalteng 1. Firman Allah yang disampaikan diambil dari Mazmur 127:4 yang menekankan mengenai pentingnya para kaum muda memperhatikan dirinya dan juga para kaum muda di sekitanya juga. Masa muda adalah masa untuk kita berkarya bagi Tuhan. Jangan sampai kita terlambat. Lihatlah banyak anak-anak Tuhan yang terhilang. Ada banyak gereja besar hanya menyediakan dana sebesar 3% untuk anak-anak muda. Beruntunglah anak muda karena dia dipenuhi dengan semangat dan waktu-waktu yang panjang untuk berbuat sesuatu bagi Allah. Gunakanlah kesempatan yang panjang untuk kemuliaan Tuhan.

Pdt. Charles juma menyampaikan pentingnya kaum kuda menjaga hati dan pandangannya seperti apa yang dikatakan dalam Pengkhotbah 11:9. Anak muda adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa karena itu harus berhati-hati, kita bisa saja memiliki kehendak bebas tapi harus menggunakannya unyuk kehendak Allah.

Dalam Alkitab terdapat tokoh hakim yang sejak dari kandungannya sudah dipersembahkan kepada Tuhan (Hakim 13:1-5), namun tidak bisa menjaga kehidupannya tetap bersih. Ingatlah semua dosa bermula dari coba-coba saja. Misalnya mulai merokok dari satu batang, mulai coba-coba morfin akhirnya terjerat dan susah lepas daripadanya serta semakin menjauh dari firman Tuhan. Dalam kisah ini Simson mengalami bermacam hal sama seperti kita juga mengalami bermacam hal, tapi apakah kita memiliki kehidupan yang benar dan berguna bagi yang lain?

Hal yang membuat Simson mengalami kejatuhan adalah;

  1. Tidak menghormati Firman Allah. Ia merasa dirinya kuat, punya kekuasaan, punya uang, bahkan mengambil wanita dari bangsa asing sebagai istrinya. Banyak anak muda juga saat ini mulai jatuh dan tidak menjaga kekudusannya hanya untuk kesanangan dunia, ketika semakin dilarang oleh orang tuanya justru semakin berbuat dosa.
  2. Tidak hidup dalam doa. Padahal dia sudah tahu semua konsekwensinya bahwa ia akan kehilangan kemuliaan Tuhan jika menjauh dari Allah, tapi justru ia memberikan kehidupannya kepada dunia. Ia berbuat demikian hanya sekedar untuk menyenngkan keinginan daging dan pemuasaan nafsu belaka.
  3. Menyalahgunakan karunia. Karunia yang diberikan Allah seharusnya untuk kemuliaanNya, namun kenyataannya justru Simson terlibat dalam pesta pora dan hawa nafsu. Ia menduakan Tuhan dengan keinginan daging.

Apa yang sudah kita lakukan dalam dunia Ini? Apakah kita sudah berguna bagi kerajaan surga dan generasi-generasi muda lainnya?

 

IMG_6372Session kedua dan KKR dibawakan oleh Pdt. Ricky Frangklin. Pembicara dari kota Semarang ini memaparkan mengenai bagaimana kita dapat menjadi Agen Perubahannya Allah.

Ia berkata dengan tegas bagi mau menjadi agen perubahan wajib memiliki kehidupan yang berdampak. Pernyataan dalam Matius 5:13 mengenai “Kamu adalah garam dunia ini” tidak bisa ditawar-tawar. Itu adalah sesuatu yang harus terjadi bagi setiap murid Yesus.

Anak muda saat ini kena dampak dunia sebab mereka kurang suka meniru yang benar. Anak muda gereja saat ini sedang terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak benar. Mereka lebih cepat menghapal lagu sekuler daripada lagu rohani. Saya tidak anti lagu sekuler tapi harus benar dan membangun. Dalam 3 yohanes 11 dinyatakan secara tegas agar janganlah meniru yang jahat. Orang suka meniru yang benar berasal dari Allah. Janganlah suka meniru-niru, ada yang suka ikut-ikutan mode pakaian padahal tidak cocok atau ganti-ganti hp padahal tidak perlu.

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang agen perubahan;

  1. Meniru yang benar
  2. Tidak suka berdalih. Ingatlah sampai kapanpun pasangan kita tidak akan pernah mengerti kita. Pengkhotbah 7:11. Yohanes 3:1-2. Janganlah seperti orang farisi, mereka sok tahu tapi bodoh (Yohanes 3:3) Ia berkata bagaimana caranya sudah besar gini masuk di situ. Orang Farisi juga suka menerima Firman Allah hanya dengan akal saja dan bukan disimpan dalam hati dan dilakukan, bahkan sementara Firman Allah disampaikan ia berpikir sendiri.
  3. Belajar Penguasaan Diri dan Kepekaan. Saat orang baru mau melakukan dosa, mereka akan merasa tertuduh. Awal selingkuh atau mencuri pasti deg-degan, namun setelah itu jika tidak bertobat maka hati nuraninya akan tumpul dan tidak merasa bersalah. Banyak yang tidak bisa jadi agen perubahan karena tidak peka. Keluaran 15:26 menyatakan dengan tegas bahwa Tuhan mengulang bahasanya yang kelihatannya berbeda tapi punya arti yang sama untuk keseriusan mendengar dengan kepekaan. Sungguh-sungguh mendengar dan memasang telingamu.

Setelah pemaparan kebenaran-kebenaran Firman Allah ini selalu disertai dengan Altar Call dan sungguh luar biasa respon anak-anak muda yang maju dan memberikan dirinya untuk menjadi agen perubahannya Allah. Semoga setiap firman yang disampaikan akan menjadi benih yang tumbuh di tanah yang subur di mana suatu kelak akan menjadi besar dan berbuah. Ada laskar-laskar muda baru yang sungguh-sungguh membawa perubahan di rumah, gereja, kota, pulau, bangsa bahkan dunia. Sebuah kegerakan yang tak terbendung yang membawa pengaruh bagi sekelilingnya. Halleluya…

IMG_6323

IMG_6326

IMG_6325

IMG_6331

IMG_6349

IMG_6342

IMG_6335

IMG_6368

IMG_6380

IMG_6461 IMG_6454

IMG_6452

IMG_6447

IMG_6440

IMG_6436 IMG_6426

IMG_6420

IMG_6417

IMG_6384

IMG_6383

IMG_6382 IMG_6381

IMG_6461IMG_6471

IMG_6398

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*