Pemulihan Allah Dalam Camp Pria Sejati

Saya ingin membagikan pengalaman yang saya alami ketika mengikuti Camp Pria Sejati pertama kali di Hotel Wella Sampit pada tanggal 13-15 Maret 2007. Secara jujur saya belum pernah mengetahui mengenai acara ini. Saya sebagai seorang pendeta dan sekaligus gembala sidang yang telah melayani Dia belasan tahun, telah banyak mengikuti KKR dan Seminar karena itu saya menganggap bahwa acara ini tidak ada bedanya dengan yang lainnya sehingga saya kurang bergairah untuk mengikutinya. Namun berdasarkan dorongan (bahkan sedikit paksaan) dari Pdt. Daniel Artius (Gembala GSJA Sampit) dan Bp. Patriot (jemaat), maka saya bersama dengan beberapa orang jemaat mengikuti acara ini.

Ada sekitar 105 pesserta yang hadir waktu itu ditambah dengan 26 fasilitator dan empat orang pembicara dari CMN (Christian Men’s Network) sungguh angka yang sangat dramatis. Namun hal yang lebih dramatis adalah ketika saya menyaksikan ada begitu banyak pria yang mengakui dosanya. Saya berpikir ada apa ini, apakah saya ada di tempat yang salah. Namun session demi session berlalu dan akhirnya saya justru merasa ada begitu banyak hal yang saya tidak tahu dan ada begitu banyak kesalahanan yang telah saya perbuat selama ini tanpa menyadarinya. Inilah saatnya saya kembali harus mengadakan pemberesan dengan Tuhan dan membuat banyak komitmen baru dengannya. Sampai saat ini saya rasakan pemulihan demi pemulihan terjadi dalam kehidupan pribadi, keluarga bahkan pelayanan yang saya lalui.Terima kasih secara khusus buat semua yang telah mendorong sehingga saya bisa mengikuti Camp Pria Sejati dan juga kepada Tim CMN yang telah menggumuli acara ini sehingga bisa menjadi berkat buat saya dan semua orang.Kepada yang belum mengikuti Camp Pria Sejati, saya mendorong untuk segera mengikutinya… pasti ada berkat besar yang akan Anda terima juga untuk dapat menjadi serupa dengan Yesus seutuhnya.Untuk semua alumni Camp Pria Sejati di Sampit, Pangkalan Bun, Nangabulik, Palangka Raya dan juga daerah-daerah lainnya, maju terus yach dalam kemenangan. Ingatlah bahwa Perubahan Belumlah Perubahan Sebelum Terjadinya Perubahan. Tuhan memberkati. One… Two… Three… YES

priasejati

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*